Manajemen Memori Disk dan I/O

  • Manajemen Memori

Sistem operasi merupakan program yang mengontrol seluruh kegiatan yang ada pada komputer salahsatunya memastikan efisiensi sumberdaya, bahwa semua sumberdaya yang di miliki oleh komputer telah digunakan dengan cara yang efisien. Sehingga salahsatu fungsi sistem operasi adalah sebagai manajer sumberdaya. Adapun komputer merupakan sekumpulan sumberdaya; memori, I/O.


Memori merupakan suatu sumberdaya yang harus dikelola oleh sistem operasi. Memori merupakan sumberdaya yang terbatas sedangkan proses tidak terbatas oleh karena itu perlu adanya manajemen memori oleh sistem operasi sehingga dalam satu waktu memori dapat memuat berbagai proses yang berjalan.
Didalam konteks sistem operasi monoprogramming terdapat dua bagian memori utama yaitu memori untuk sistem operasi (residen monitor, kernel) dan memori untuk program yang sedang dijalankan sehingga hanya ada satu program yang dapat dieksekusi pada waktu tertentu. Namun di dalam multiprogramming memori harus dialokasikan untuk menampung banyak proses. Dalam konteks multiprogramming dalam satu waktu tertentu banyak proses terdapat dalam memori sehingga memori harus dibagi untuk menyediakan kebutuhan proses yang banyak. Pembagian memori dilakukan secara dinamis oleh sistem operasi untuk menghindari waktu menunggu I/O yang lama dan prosesor dalam keadaan idle.
Sistem operasi diasumsikan menempati bagian tertentu memori utama secara tetap dan sisa memori utama digunakan untuk beberapa proses. Teknik partisi memori merupakan teknik dalam membagi-bagi memori utama yang tersedia untuk proses. Adapun teknik partisi terdapat dua macam yaitu teknik partisi tetap dan partisi dinamik. Teknik partisi tetap yaitu teknik membagi-bagi memori utama kedalam batasan yang besarnya tetap. Sedangkan teknik partisi dinamik akan membagi memori utama dengan batasan yang berubah-ubah disesuaikan dengan besarnya memori yang di butuhkan masing-masing proses.
Memori yang sedang dipakai oleh proses dapat dilihat dengan perintah
$ free

Adapun untuk melihat seberapa swap space dan swap yang terjadi dengan perintah
$ cat /proc/meminfo

Linux memfasilitasi pengguna untuk memaksimalkan penggunaan memori fisik (RAM) dan memori virtual (swap). Untuk melihat nilai swap yang ada ketikkan perintah
$ cat /proc/sys/vm/swappiness

swappiness merupakan kecenderungan kernel memindahkan proses dari memori ke swap. Nilai swappiness berkisa dari 0-100. Makin kecil nilai swappinessnya maka kernel akan menghindari proses swapping selama mungkin. Namun jika nilai swappiness 100 maka kernel akan melakukan proses swapping secara agresif.
Untuk mengubah nilai swappiness gunakan perintah berikut. Namun hanya bersifat sementara sampai reboot.
$ sudo sysctl vm.swappiness=70

  • Manajemen Disk

Manajemen disk mencakup membuat partisi, menghapus partisi, melihat partisi yang ada. Berikut terdapat beberapa perintah dalam melakukan manajemen disk

fdisk -d Menghapus partisi
fdisk -l Melihat daftar partisi yang dikenali
fdisk -n Membuat partisi baru
fdisk -v Verifikasi partisi

 

  • Manajemen I/O
    Manajemen I/O yang akan dicoba menggunakan flashdisk. Beberapa perintah yang dapat digunakan di terminal adalah melihat isi flashdisk, mengeluarkan flashdisk, dan secara umum dapat melihat perankat I/O yang ada.
    Lihat daftar partisi/drive
    $ sudo fdisk -l

    flashdisk berada di sdb1.
    melihat isi flashdisk
    $ sudo mount /dev/sdb1 /media/
    mengeluarkan flashdisk
    $ sudo umount /media/

    melihat perangkat I/O lainnya
    $ lsusb

    Men-eject CD/DVD-ROM
    $ eject /dev/sr0
    *ps : Tidak semua CD/DVD-ROM berada di sr0

 

 

 

Referensi :
Modul Praktikum Sistem Operasi Ilmu Komputer UPI

Peta Konsep Perintah Linux Shell dan Perintah Penjadwalan

  • Linux Shell
Command shell merupakan program untuk menerjemahkan perintah user ke dalam bentuk yang dikenali oleh mesin agar perintah tersebut dapat dikerjakan oleh mesin. Shell merupakan cara untuk terhubung dengan sistem operasi. Shell mengijinkan user untuk mengeksekusi perintah dengan cara mengetikan secara manual dengan terminal atau secara otomatis pada program yang disebut shell script.  Contoh command shell diantara lain BASH dan DOS. BASH (Bourne Again Shell) adalah shell yang dibuat secara bebas menggantikan varsi standar dari Bourne Shell  (/bin/sh) yang semula dibuat oleh Steve Bourne untuk sistem UNIX. Sebagian besar sistem operasi linux menggunakan BASH sebagai shell standarnya.
Dalam command syntax dapat menambahkan argumen untuk membuatnya berbeda .Contohnya:
  1. ls  menampilkan daftar file di current directory
  2. ls -l  menampilkan daftar file dengan “long” format
  3. ls -l –color  seperti diatas, dengan output berwarna
  4. cat filename  menampilkan konten dari file
  5. cat -n filename menampilkan konten dari file, dengan nomer baris

 

 

  • Schedulling
1. Crontab
Crontab merupakan salah satu command yang terdapat di Linux yang berfungsi melakukan penjadwalan berdasarkan waktu. Dengan crontab ini kita dapat melakukan suatu pekerjaan secara berulang atau sesuai dengan waktu yang kita tentukan. Pada umumnya crontab ini sudah terinstal di sistem operasi Linux.
             
  1.  * pertama menentukan menit ke berapa perintah akan dieksekusi (range = 0 – 59)
  2. * kedua menentukan jam berapa perintah akan dieksekusi (range = 0 – 23)
  3. * ketiga menentukan hari ke berapa perintah akan dieksekusi (range = 1 – 31)
  4. * keempat menentukan bulan berapa perintah akan dieksekusi (range = 1 – 12)
  5. * kelima menentukan hari ke berapa dalam seminggu perintah akan dieksekusi (range = 0 – 6; minggu = 0)
Macam Macam perintah yang terdapat dalam crontab :
1. crontab -e : Mengubah daftar perintah yang akan dijalankan oleh crontab
2. crontab -l : Melihat daftar perintah yang akan dieksekusi
3. crontab -r : Untuk menghapus semua perintah yang ada di daftar perintah crontab
2. at
Selain menggunakan crontab, kita juga bisa menggunakan perintah at . Beberapa perintah dasar yang digunakan untuk perintah at :
1. at : perintah yang digunakan untuk menentukan perintah akan dieksekusi
2.atq : digunakan untk melihat semua antrian perintah
3. Atrm[nomorjob] : Untuk menghapus antrian perintah dengan nomer job tertentu

 

Perintah Dasar Pada Sistem Operasi LINUX

mkdir nama_folder

Membuat direktori. Jika kita akan membuat sebuah folder dengan nama “Muse”, maka kita bisa mengetikkan perintah mkdir Muse.

ls

Perintah ini akan menampilkan daftar file dan folder yang berada di direktori yang sedang aktif. Perintah ini juga memiliki beberapa atribut:
ls –l : Memperlihatkan daftar file disertai dengan atribut seperti pemilik, permission, ukuran, dan tanggal modifikasi.
ls –a : Memperlihatkan daftar file dan folder tersembunyi di dalam direktori sekarang tanpa atribut apapun.
ls –al : Menggabungkan opsi perintah –l dan –a untuk ls.
ls /direktori/Muse : Memperlihatkan daftar file dari /direktori/Muse ketika sedang berada di direktori sekarang.

cd direktori_tujuan

Perintah ini digunakan untuk berpindah ke direktori lain. Contohnya saat kita berada di direktori home dan ingin berpindah ke direktori “Muse”, kita dapat menggunakan perintah cd Muse. Perintah ini juga memiliki beberapa atribut, seperti:
cd direktori/ : Pindah direktori ke direktori yang berada di dalam direktori sekarang.
cd : Pindah ke direktori home.
cd ~ : Pindah ke direktori home.
cd .. : Pindah satu direktori ke direktori teratas atau kembali ke direktori sebelumnya.
cd ../../n : Pindah n direktori sebelumnya.
cd/a/b/c : Pindah ke direktori tanpa harus mundur ke direktori sebelumnya jika penulisan direktori tersebut benar dan tersedia.

pwd

Penggunaan perintah ini untuk menampilkan tempat direktori yang aktif.

cp file_yang_akan_disalin direktori_tujuan

Perintah ini digunakan untuk menyalin file. Beberapa atribut dari perintah ini adalah:
cp file /path/a/b/c : Menyalin file tertentu ke direktori tertentu
cp –r folder /path/a/b/c : Menyalin folder tertentu secara rekursif ke direktori tertentu.
cp *.extension /path/a/b/c : Menyalin file-file yang berekstensi tertentu ke direktori tertentu.
cp nama* /path/a/b/c : Menyalin file-file yang namanya diawali dengan ‘nama’ ke direktori tertentu.

mv file_yang_akan_dipindahkan direktori_tujuan

perintah ini digunakan untuk memindahkan file. Selain itu, perintah ini juga dapat digunakan untuk mengganti nama file dengan mengetikkan perintah mv nama_file_lama.abc nama_file_baru.abc. perintah ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan cp.

rm file

Perintah ini digunakan untuk menghapus file. Beberapa atribut untuk perintah ini adalah:
rm –r folder : Menghapus folder.
rm –rf folder : Menghapus folder secara paksa.

find nama_file atau find folder_yang_akan_dicari

Perintah ini digunakan utuk mencari file yang dikehendaki pada direktori yang aktif. Apabila file ditemukan maka file tersebut akan ditampilkan. Tapi jika tidak ada maka akan muncul notifikasi bahwa file tidak ada.

Perintah Dasar dalam Pemrosesan Teks

cat

Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke dalam bentuk plaintext. Contoh penggunaannya adalah cat nama_file.txt. Perintah tersebut akan menampilkan file “nama_file.exe” ke dalam bentuk plaintext.

wc nama_file.txt

Perintah ini digunakan untuk menampilkan jumlah baris, jumlah kata, dan ukuran file (dalam byte) suatu file.

Perintah Dasar dalam Sistem Administrasi

sudo nama_perintah

Perintah ini digunakan untuk menjalankan program sebagai super user. Karena terkadang suatu perintah di Linux harus dijalanlan dengan menggunakan super user untuk alasan keamanan.

whoami

Perintah tersebut untuk melihat user yang sedang aktif.

Perintah Dasar dalam Manajemen Pemrosesan

ps

Perintah ini digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada dengan menampilkan nomor identitas proses (PID), nama terminal dimana proses tersebut aktif (TTY), staus sleeping dan running (STAT) dan instruksi yang digunakan (CMD). Perintah ini juga memiliki beberapa atribut, di antaranya:
ps u : Untuk melihat elemen lainnya seperti %CPU, %MEM, SIZE, RSS, dan START.
ps –u <user> : Mencari proses yang spesifik untuk pemakai.
ps –a/ps –au/ps –aux : Mencari proses lainnya.
top : Melihat proses yang sedang berjalan. Juga dapat menggunakan htop dengan menginstall terlebih dahulu.
ps –eH : Menampilkan hubungan proses parent dan child.
ps –eF : Menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya.
pstree : Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki parent/child.

kill

Perintah ini digunakan untuk mengakhiri proses yang sedang berjalan. Cara penggunaannya adalah:
kill PID : Membunuh sebuah proses yang memiliki PID tertentu.
pkillall program : Membunuh semua proses yang memiliki nama tertentu.
Beberapa perintah dasar dalam manajemen pemrosesan lainnya adalah:
renic <prioritas> <PID> : Mengubah prioritas suatu proses.
lsusb : Menampilkan daftar perangkat yang ditancapkan di port USB.
clear : Membersihkan tampilan terminal.
reboot : Merestart sistem
shutdown/halt : Mematikan sistem
lshw : Menampilkan daftar hardware (harus dijalankan sebagai super user)
uptime : Menampilkan lamanya sistem telah berjalan
bc : kalkulator dalam terminal

 

Inter Processing comunication dalam linux mint

Interprocess Communication (IPC)

Mekanisme proses untuk komunikasi dan sinkronisasi aksi. Sistem Pesan – komunikasi proses satu dengan yang lain dapat dilakukan tanpa perlu pembagian data. IPC menyediakan dua operasi :

send(message) – pesan berukuran pasti atau variabel receive(message) Jika P dan Q melakukan komunikasi, maka keduanya memerlukan :

Membangun jalur komunikasi diantara keduanya Melakukan pertukaran pesan melaui send/receive Implementasi jalur komunikasi ada 2, yaitu :

physical (shared memory, hardware bus) logical (logical properties) Masalah-masalah pada IPC

Rase Condition

Suatu kondisi dimana dua atau lebih proses mengakses data pada saat yang bersamaan dan hasil akhirnya tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Contoh Race Condition: Print spooler, yaitu berupa kumpulan data-data yang akan dicetak

Critical Section

Bagian dari program yang mengakses shared memory / data yang dapat menyebabkan terjadinya race condition.Empat kondisi untuk mencegah race condition, antara lain :

Tidak ada 2 proses yang memasuki critical sectionnya secara bersamaan / simultan. Tidak ada asumsi yang dibuat yang berhubungan dengan kecepatan dan jumlah CPU Tidak ada proses yang berjalan diluar critical section-nya yang dapat memblokir proses-proses lain Tidak ada proses yang menunggu selamanya untuk masuk ke critical section-nya.

 

 

Referensi:

http://linuxmint.com.com/

http://kurokuroninjo.blogspot.com/

 

Tugas 2 SO

Struktur windows

Windows 98

Windows98 SE

Dirilis 1998 Komputer: IBM 100% kompatibel
Komputer: IBM 100% kompatibel Processor: 486DX/66 MHz atau prosesor Tinggi
Processor: 486DX/66 MHz atau prosesor Tinggi Memori: 24 MB RAM
Memori: 16 MB RAM Drive: Sekitar 205MB; dapat berlangsung hingga 315MB
Drive: Sekitar 195MB; dapat berlangsung hingga 295MB CD-ROM / DVD
CD-ROM atau Floppy Sound: Standar Sound card untuk kemampuan suara.
Sound: Standar Sound card untuk kemampuan suara. Video: VGA atau resolusi yang lebih tinggi
Video: VGA atau resolusi yang lebih tinggi Kontrol: 100% kompatibel Microsoft keyboard / Mouse
Kontrol: 100% kompatibel Microsoft keyboard / Mouse sistem operasi: Windows 3.x, 3.1x atau Windows 95 untuk meng-upgrade
sistem operasi: Windows 3.x, 3.1x atau Windows 95 untuk meng-upgrade DirectX: DirectX 6.0 Termasuk
DirectX: DirectX 5.0 Termasuk Lain-lain:
Lain-lain: Harga: $ 100.00 – $ 200,00
Harga: $ 80.00 – $ 100,00

 

Review Perangkat I/O

A. Programmed I/O

Merupakan perangkat I/O komputer yang dikontrol oleh program. Contohnya, perintah mesin in, out, move.

  • Data saling dipertukarkan antar CPU dan modul I/O.
  • CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung.
  • Pemindahan data
  • Pengiriman perintah baca maupun tulis
  • Monitoring perangkat

 

B. Intrupt Driven I/O

Interupsi lebih dari sebuah mekanisme sederhana untuk mengkoordinasi pengalihan I/O. Konsep interupsi berguna di dalam sistem operasi dan pada banyak aplikasi kontrol di mana pemrosesan rutin tertentu harus diatur dengan seksama, relatif peristiwa-peristiwa eksternal.

C. DMA (Direct Memory Address)

Merupakan suatu pendekatan alternatif yang digunakan sebagai unit pengaturan khusus yang disediakan untuk memungkinkan pengalihan blok data secara langsung antara peralatan eksternal dan memori utama tanpa intervensi terus menerus oleh CPU.

Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegrasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan interupsi.

 

 

Sumber :
Hariyanto, Bambang, 2012, Sistem Operasi Revisi Kelima. Bandung: Penerbit Informatika

http://www.academia.edu/6904905/BAB_I_PENDAHULUAN

http://www.tomkompi.blogspot.com/2013/11/Pengertian-Sistem-Input-Dan-Output-Komputer.html